No. 24 Partai Persatuan Pembangunan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Terima kasih atas kunjungan ke blog PPP Kec. Cicurug. Blog ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan kader & simpatisan PPP di Kec. Cicurug khususnya dan bagi kader & simpatisan PPP Kab. Sukabumi secara umum.
Apabila terdapat saran dan masukan dapat ditujukan ke email ppp_cicurug@yahoo.co.id.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


15 Juni 2010

'Romi' Romahurmuziy Bantah Incar Posisi Sekjen PPP

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Wakil Sekjen DPP PPP M Romahurmuzy alias Romy membantah dirinya dipersiapkan menjadi sekjen partai berlambang ka'bah itu jika benar Muktamar PPP jadi dipercepat. Menurut dia, sampai saat ini belum ada kesepakatan terkait rencana percepatan Muktamar lima tahunan tersebut.

"Nggak ada (calon sekjen), saya cukup jadi jubir saja," kata Romi kepada detikcom, Senin (14/6/2010).

Sekretaris FPPP DPR ini mengungkapkan, rencana percepatan Muktamar masih sebatas wacana dan belum bisa dilakukan. Pengurus DPP PPP tidak bisa membuat keputusan sepihak tanpa kesepatan DPW dalam forum resmi. "Kami itu bottom up," jelas Romi.

Politisi muda PPP ini menilai, DPP PPP tidak akan berani mengambil keputusan percepatan Muktamar jika tidak mendapatkan dukungan dari DPC dan DPW PPP seluruh Indonesia. Saat ini DPP PPP sedang menunggu konsolidasi di tingkat daerah.

"Kami menunggu konsolidasi di wilayah yang dijadwalkan selesai Januari 2011. Sementara jadwal Muktamar tetap Januari 2012," terang Romi.

Sebelumnya beredar isu, muktamar PPP dipercepat ini disebabkan karena ada beberapa kelompok di internal PPP yang dianggap menggangu soliditas partai. Dengan muktamar dipercepat ini, kubu yang menang akan dengan mudah menggusur lawan politiknya yang saat ini menjadi musuh dalam selimut.

Dalam kesempatan ini, Surya yang melontarkan pertama kali usulan muktamar dipercepat masih belum memastikan apakah dirinya akan kembali maju menjadi calon ketua umum. "Saya tidak tahu, wallahualam," tegas dia semalam.

Nama Romy muncul secara khusus dalam isu tersebut. Romy diisukan sebagai kandidat kuat Sekjen partai itu jika ketua umum PPP hasil muktamar tidak lagi dipegang oleh kader yang berlatar belakang NU.

Suryadharma Usul Muktamar PPP Dipercepat Muhammad Nur Hayid - detikNews

Muhammad Nur Hayid - detikNews

Jakarta - Wacana mempercepat muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari jadwal semula pada tahun 2012 dilontarkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Demi menyongsong pemilu 2014, Surya mengusulkan Muktamar PPP dipercepat setahun.

"Ide mempercepat itu dari saya. Syukur-syukur kalau bisa dilakukan pada Juni 2011 setelah Muswil PPP di seluruh Indonesia selesai pada bulan April 2011," kata Suryadharma Ali.

Hal ini dikatakannya seusai menjadi pembicara dalam acara 'PPP Mendengar' yang mengundang Prof Dr. Nico Kaptein, dosen Sejarah dan Studi Islam dari Leiden University, Belanda di kantor PPP, Jl. Diponegoro, Menteng, Minggu (14/6/2010).

Menurut Surya, wacana percepatan pemilu tersebut dimaksudkan untuk menjadikan konsolidasi PPP lebih mantap dalam menghadapi pemilu 2014 yang diyakini semakin keras persaingannya. Karena itu, percepatan muktamar ini akan didahului dengan percepatan musyarwah mulai dari tingkat ranting sampai tingkat wilayah PPP di seluruh Indonesia.

"Kita itu konsepnya konsolidasi dari bawah karena itu saya usulkan setelah musyarawah ranting, anak cabang, setelah itu kalau sudah selesai baru akan digelar muktamar," paparnya.

Saat ditanya tujuan percepatan mukatamar ini, apakah karena ada beberapa kelompok yang dianggap menggangu di internal PPP terhadap solidnya organisasi, Surya menjawab tegas "Tidak, kita solid, tidak ada perpecahan. Ini semata-mata dalam rangka untuk konsolidasi dalam menyongsong pemilu," jelasnya.

Selain itu, saat ditanya apakah dirinya akan kembali mengajukan diri jadi ketum, Surya masih belum mau menjawab saat ini. "Saya tidak tahu, Wallahualam," tegasnya sambil tersenyum. (fiq/ape)

08 Juni 2010

Pelantikan Bupati Membingungkan

Pemda Kabupaten Sukabumi akan Lobbi Pimpinan DPRD

Sukabumi - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2010 – 2015 cukup membingungkan bagi Pemda Kabupaten Sukabumi. Sesuai tahapan yang telah ditetapkan KPU setempat, jadwal pelantikan akan berlangsung pada 29 Agustus mendatang. Sedangkan waktu pelantikan tersebut bertepatan dengan Hari Minggu.


”Kami baru menyadari jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi itu akan berlangsung pada Hari Minggu. Karena itu, kami masih akan membicarakan dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi. Masalahnya, prosesi pelantikan itu harus dilakukan dalam rapat sidang istimewa anggota Dewan,” ungkap seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pejabat tersebut, ada dua alternatif yang bisa dilakukan untuk menghindari pelantikan Bupati berlangsung pada Hari Minggu. Alternatif pertama bisa dilakukan dengan memajukan jadwal sebelum 29 Agustus. Sedangkan alternatif kedua bisa dilakukan dengan memundurkan jadwal setelah jadwal yang ditetapkan KPU Kabupaten Sukabumi.

”Sangat mustahil jika Pelantikan Bupati dilakukan sebelum tanggal 29 Agustus 2010. Sebab hal itu akan melanggar hak azasi termasuk menyinggung perasaan wakil Bupati Sukabumi periode 2005 – 2010. Yang lebih memungkinkan adalah mengundurkan jadwal pelantikan ke Hari Senin tepatnya pada tanggal 30 Agustus 2010,” katanya.

Namun pengundurun jadwal pelantikan juga akan berimbas pada kekosongan jabatan pimpinan daerah. Mau tidak mau, selama kekosongan jabatan harus ada pejabat sementara Bupati Sukabumi meskipun kekosongannya hanya satu hari. Penunjukkan pejabat sementara itu harus dikeluarkan berdasarkan putusan Menteri Dalam Negeri.

”Untuk memastikan hal itu, Bupati Sukabumi masih melobi jajaran anggota DPRD Kabupaten Sukabumi. Harapannya, para anggota DPRD bisa melaksanakan proses pelantikan sesuai jadwal. Sebab pelantikan akan berlangsung melalui rapat paripurna istimewa yang minimalnya dihadiri dua pertiga dari seluruh anggota dewan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ase Riyadi bersikeras akan melaksanakan pelantikan sesuai jadwal yakni 29 Agustus mendatang. Sebab penetapan jadwal pelantikan sesuai dengan masa berakhirnya jabatan Bupati periode 2005 – 2010. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi belum bisa memutuskan mengingat keputusan itu harus dibahas bersama jajaran anggota Dewan lainnya.

= Rojab Asy’ari
redaksi@jurnalbogor.com

Kota dan Kabupaten Sukabumi Raih Adipura

*C.1 Muslikh Abdussyukur *C. 2 Sukmawijaya
SUKABUMI-Pucuk ditiba ulampun tiba. Begitulah ungkapan yang pantas diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Sebab, setelah 5 kali mendapat piala adipura (terakhir tahun 1996,red) hari ini tepat pukul 09.30 WIB, Kota Sukabumi yang dipimpin Muslikh Abdussyukur dinobatkan sebagai kota penerima Adipura 2010, katagori Kota Sedang. Begitu juga dengan Kabupaten Sukabumi juga meraih penghargaan Adipura 2010. Rencananya penghargaan tersebut akan diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara Jakarta.

Selain raihan adipura, Kota Sukabumi juga dipastikan menyabet 4 penghargaan dari 3 kategori adiwiyata. Yang penyerahan penghargaannya bersamaan dengan penyerahan Piala Adipura kepada kabupaten/kota. Ke-4 penghargaan adiwiyata tersebut diraih oleh SMPN 10 Kota Sukabumi untuk kategori Adiwiyata. SDN Cipanengah dan SMKN 3 Kota Sukabumi untuk kategori Sekolah Adiwiyata II, dan SMKN 2 untuk kategori Calon Adiwiyata.

"Alhamdulillah akhirnya hasil kerjakeras kami semua, selama ini membuahkan hasil. Insya Allah hari ini kami akan menerima penghargaan tersebut dari Presiden RI. Kita ingin dapat adipura tapi semua aman, tidak ada masalah seperti PKL tidak nyaman," ujar Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur kepada Radar Sukabumi saat ditemui di rumah Dinas Walikota Jalan Siliwangi Kota Sukabumi, kemarin.

Saat ditanya kapan kabar tersebut diterima Pemkot Sukabumi, kota/kabupaten mana saja yang mendapatkan penghargaan adiwiyata dan siapa yang akan diberangkatkan dari Kota Sukabumi ke Istana Negara Jakarta hari ini ? Muslikh menjelaskan, informasi itu diperolehnya pada Jumat pagi (4/6) dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Yang isinya menindaklanjuti surat dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup RI, tanggal 4 juli 2010 tentang penerimaan penghargaan anugerah adipura," terangnya yang langsung menginstruksikan Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono untuk berangkat ke Istana Negara Jakarta.

"Siapapun yang berangkat tidak jadi soal. Karena di saat yang bersamaan, kami ada tugas lain yang sama pentingnya," terangnya lagi.

Muslikh menambahkan walikota/bupati yang mendapat anugerah adipura 2009-2010 diminta hadir di istana negara untuk menerima penghargaan dari Presiden RI. Selain Kota Sukabumi, ada 9 wilayah yang sama-sama meraih penghargaan adiwiyata ini.Yakni Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi , Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sukabumi.

"Kami bersyukur dengan kabar gembira ini. Semua warga Kota Sukabumi mendukung target Pemkot Sukabumi untuk mendapatkan Piagam Adipura dan Adiwiyata dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman," kata bangganya .

Menurutnya, setelah tahun 1996, Pemkot Sukabumi tidak pernah lagi mendapatkan Piagam Adipura. Penilaian Tim Penilai Adipura dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah dilakukan sejak setahun lalu sehingga Pemkot Sukabumi berusaha sebaik mungkin menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi titik penilaian, seperti terminal bus, pasar, sekolah, taman, jalan raya, rumah sakit, permukiman warga dan perkantoran.

"Kita ingin kondisi kebersihan pada saat menerima piala adipura dan masa yang akan datang itu prima, jangan sampai sebaliknya. Kami telah membriving pihak terkait, untuk mempersiapkannya semaksimal mungkin. Supaya ada kesan kita mendapatkan adipura ini betul-betul hasil usaha kita semua," imbuhnya yang mengaku untuk mempertahankan piala Adipura ini sulit.

Muslikh juga mengucapkan terimakasih kepada wartawan yang telah memberikan sumbangsih berupa tulisan.

"Semua masukan ini cukup membantu kami. Karena bisa dijadikan sebagai fit back dalam penentuan kebijakan," terangnya.

Sementara itu, setibanya piala-piala tersebut di Kota Sukabumi, dan dirapatkan bersama unsur muspida. Rencananya piala-piala tersebut akan diarak keliling Kota Sukabumi.
"Paling hari Kamis ((10/6), piala-piala ini akan diarak keliling kota," ujar Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi ini menambahkan sebelum diarak, penghargaan tersebut akan diserahkan dari Walikota Sukabumi kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi, dilanjutkan ke Kepala Dishub Kota Sukabumi.

Sementara itu, untuk yang kesekian kalinya, Kabupaten Sukabumi, juga dipercaya memperoleh piala Adipura. Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengatakan, diraih kembalinya Adipura berkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Saya selaku pimpinan kepala daerah tentu berbangga dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kerjasamanya,"singkatnya.(sri/wan)

sumber : radarsukabumi.com

26 Mei 2010

Marwan Mulai Didzolimi


Sukabumi
- Calon Bupati yang diusung Partai Golkar, Marwan Hammami mulai didzolimi pihak tak bertanggungjawab. Marwan mendapat serangan kampanye hitam dengan munculnya selebaran gelap yang berbau fitnah. Serangkaian tuduhan yang menyudutkan Marwan justru terjadi pada masa tenang Pemilukada Kabupaten Sukabumi.

Kampanye hitam tersebut tidak hanya menyerang pribadi Marwan. Tetapi keluarga besar H. Hammami yang dikenal sebagai pengusaha sukses mendapat getahnya. Bahkan jabatan Marwan sebagai Wakil Bupati maupun Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tidak luput dari serangan kampanye hitam ini.

Kampanye hitam ini tidak hanya menyudutkan pribadi dan keluarga Marwan. Pembuat selebaran gelap juga berusaha memecah belah hubungan Marwan dengan Calon Wakil Bupatinya, Usman Effendi. Bahkan selebaran gelap sepertinya ingin membuat konflik di internal Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.

”Selebaran ini berusaha untuk memecah dukungan Partai Golkar kepada pasangan Marwan – Usman. Pembuat selebaran gelap mengatasnamakan Kader Peduli Partai Golkar (KPPG). Padahal kami tidak pernah mengenal kelompok tersebut,” ungkap Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Herol Al Hudri.

Kendati selebaran gelap itu sudah hampir tersebar di mana-mana, kubu Partai Golkar menanggapi dingin atas isu black campagne tersebut. Kendati demikian, pengurus Partai Golkar berupaya meminimalisirnya dengan menghanguskan ribuan lembar selebaran gelap yang berhasil disita kader Golkar di wilayah Goalpara Kecamatan Sukaraja.

“Kami hanya bisa mendoakan agar pelaku yang menyebarkan fitnah ini dapat segera sadar. Bagi kami isu kampanya hitam sudah diperkirakan sebelumnya. Yang jelas, seluruh isi yang tertuang dalam selebaran hanya sebuah kebohongan,” tandas Herol.

Herol mengakui selebaran gelap ini bukan hanya tersiar di Kecamatan Sukaraja. Tetapi kejadian yang sama terjadi di kecamatan lainnya yang selama ini menjadi kantong suara Partai Golkar. Berdasarkan laporan dari kader tingkat desa menyebtukan selebaran gelap banyak tercecer di sejumlah tempat.

Sekretaris Divisi Hukum Tim Kampanye Marwan-Usman, Dedi Sutisna mengaku penanganan kasus kampanye hitam sepenuhnya akan diserahkan kepada panitia pengawasan (Panwas) dan lembaga kepolisian. Dedi hanya mengingatkan kader Partai Golkar jangan sampai terbawa emosi akibat munculnya selebaran gelap ini.

Rojab Asy’ari
redaksi@jurnalbogor.com

22 Mei 2010

Duet Marwan – Usman Unggul


Sukabumi - Duet Marwan Hammami – Usman Effendi tampil mengesankan saat menggelar kampanye putaran kedua. Pasangan yang diusung Partai Golkar ini menunjukkan kekuatan massa pendukungnya hingga mampu memecahkan rekor jumlah kehadiran massa selama pelaksanaan kampanye terbuka. Pasangan ini sukses menghadirkan belasan ribu massa untuk menutup kampanye terakhirnya di Lapangan Sekarwangi Cibadak, Jum’at (21/5) kemarin.

Sebelumnya, catatan rekor terbesar dalam penggalangan massa kampanye diklaim kubu tim pemenangan Sukmawijaya – Akhmad Jajuli (MAJU). Pasangan yang diusung PKS – Partai Hanura ini mengaku telah menghadirkan sekitar 16.000 pendukungnya saat menggelar kampanye terakhir di lokasi yang sama.

”Ini sebuah fakta yang terjadi di lapangan. Massa pendukung kami jauh lebih besar dibanding pasangan calon lainnya. Tetapi saya tidak bangga jika massa yang hadir pada saat ini tidak memilih pasangan calon nomor urut enam pada tanggal 27 Mei mendatang,” kata Marwan dalam orasi politiknya dihadapan belasan ribu massa pendukungnya yang memadati Lapangan Sekarwangi Cibadak.

Marwan menyatakan kehadiran belasan ribu massa pendukungnya akan menjadi semangat untuk memenangkan Pemilukada Kabupaten Sukabumi. Tetapi Marwan tidak berani manargetkan perolehan suara untuk meraih jabatan kursi Bupati Sukabumi periode 2010 – 2015. Marwan hanya mengingatkan agar dukungan ini tetap solid serta massa yang hadir tidak punya sifat munafik.

”Kehadiran massa yang cukup besar ini akan percuma jika tidak ditindaklanjuti dengan memilih pasangan nomor enam. Maka dari itu, untuk melakukan perubahan di Kabupaten Sukabumi mari bergabung bersama pasangan Marwan – Usman,” ajak Marwan.

Ajakan untuk bergabung dalam barisan pendukung Marwan – Usman dipertegas seorang tokoh muda Nahdathul Ulama, Ustadz Aang. Dia memastikan sejumlah tokoh NU siap memberikan dukungannya terhadap pasangan Marwan – Usman. Bahkan Ustazd Aang menyatakan komitmen kiayi kondang asal Pondok Pesantren Nagrog Salabintana, KH Zezen untuk mendukung duet yang akrab dipanggil MU ini.

”Kaum Nahdiyin yang berada di belakang Kiayi Zezen akan membantu pasangan Marwan – Usman. Apalagi calon Wakil Bupati Usman Effendi masih tercatat sebagai pengurus NU di Kabupaten Sukabumi. Karena itu jangan ragu untuk memilih Marwan – Usman di bilik suara nanti,” katanya.

Di tengah hingar-bingarnya kampanye terbuka ini, Calon Bupati Marwan Hammami secara mengejutkan masuk dalam kerumunan ribuan massa pendukungnya. Tanpa mendapat pengawalan ketat, Marwan menyalami para pendukungnya yang sedang menikmati alunan musik dangdut. Tindakan Marwan tersebut dilakukan untuk memastikan dirinya siap menjadi pemimpin yang berpihak pada masyarakat.

Sementara itu, kampanye pasangan MAJU dimeriahkan tampilnya grup band Vagoetoz. Grup asal Sukabumi ini mengundang daya tarik bagi kalangan pemilih pemula. Terlebih lagi vokalis Vagetoz sempat berdut nyanyi dengan Calon Wakil Bupati Usman Effendi.

Di lain pihak, Kapolres Sukabumi AKBP Herukoco mengakui massa yang menghadiri kampanye pasangan Marwan – Usman merupakan yang terbesar selama Pemilukada Kabupaten Sukabumi. Dalam surat pemberitahuan kepada Polres, pasangan MU hanya menyebutkan akan menghadirkan sekitar 10.000 pendukungnya. ”Namun melihat fakta di lapangan, massa yang hadir justru lebih besar dari perkiraan awal,” kata Heru.

Rojab Asy’ari
redaksi@jurnalbogor.com

Marwan Sentil PNS Nakal

SOLID : Cabup Sukabumi Marwan Hamami bersama Dewi Asmara Oetojo, jurkam MU dari Fraksi Golkar DPR RI. Irwan Radar
SUKABUMI-Cabup incumbent yang kini masih menjabat Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Marwan Hamami, mengemukakan kekecewaan yang mendalam terhadap sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Ini lantaran mereka ditenggarai melibatkan diri menjadi tim pemenangan cabup-cawabup tertentu di Pilkada 2010. Bukan hanya keterlibatan PNS, cucu pertama saudagar minyak H Oting (alm) ini juga menyoroti masalah penggunaan aset negara.

"Sudah banyak laporan bahkan saya sendiri pernah melihat keterlibatan PNS yang nyata-nyata terlibat langsung untuk suksesi kandidat tertentu,"kata Marwan kepada Radar, di sela-sela acara kampanye terakhir pasangan Marwan-Usman (MU) di Lapang Sekarwangi Cibadak, kemarin.

Menurut Marwan, keterlibatan PNS dalam kancah politik praktis seperti Pilkada 2010, itu sama halnya penghinaan terhadap UU kepegawaian."Sebagai salahsatu bagian dari pimpinan daerah, rasanya saya sudah berkali-kali mengingatkan agar mereka PNS jangan pernah terlibat atau dilibatkan, tapi buktinya masih saja terjadi,"gerutu Marwan.

Kendati demikian, Marwan tidak menapikan kalau ada sejumlah PNS yang pernah mau merapat untuk menjadi bagian tim pemenangan dirinya dan Usman Effendi, tapi dengan tegas ditolaknya."Sudah pasti saya membutuhkan dukungan suara termasuk dari kalangan PNS, tapi saya tidak mau kalau mereka dilibatkan langsung, bisa menganggu kinerja roda pemerintahan,"tegasnya.

Ia mengatakan, jika dirinya dipercaya masyarakat untuk meminpin Kabupaten Sukabumi kedepan, bersama wakilnya yakni Usman Effendi, bertekad akan membersihkan pemerintahan birokrat yang tidak profesional dan hanya mengandalkan kedekatan dalam bekerja. Reformasi birokrasi dinilainya sebagai target utama untuk melancarkan pembangunan yang kini masih berstatus kabupaten tertinggal."Reformasi birokrasi merupakan sebuah keharusan jika Kabupaten Sukabumi ingin berkembang. Saat ini masih banyak birokrat yang cuma memperkaya diri dan tidak bekerja profesional untuk pemerintah dan rakyat. Ini yang harus kita kikis," pungkas Marwan.(wan)